BIW, MUARO JAMBI– Suasana reses Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, di Desa Marga Manunggal Jaya, Unit IV Sungai Bahar, Sabtu (31/1/2026), berubah menjadi momen penuh haru. Di tengah dialog yang biasanya diwarnai usulan dan keluhan warga, tangis seorang pria memecah keheningan dan menyentuh hati semua yang hadir.
Pria itu bernama Elbasmen, warga setempat. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia berdiri dan menyampaikan pengakuan yang membuat suasana reses seketika hening.
“Saya berhutang nyawa dan berhutang budi kepada Pak Ivan Wirata,” ucapnya lirih. Kalimat sederhana itu menyimpan kisah panjang perjuangan hidup dan keputusasaan yang pernah ia dan keluarganya rasakan.
Elbasmen mengisahkan bagaimana dirinya harus menjalani pengobatan hingga operasi karena penyakit tumor yang dia derita di RSUD Raden Mattaher. Di saat kondisi kesehatan kian memburuk, ia dan keluarga justru dihadapkan pada rumitnya prosedur administrasi rumah sakit. Meski telah menggunakan BPJS Kesehatan, berbagai tahapan birokrasi yang sulit membuat mereka kebingungan dan hampir putus asa.
“Waktu itu kami benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Urusan administrasi terasa berat, sementara kondisi saya makin kritis,” tutur Albesman.
Di titik itulah, lanjutnya, Ivan Wirata hadir membantu—bukan hanya memberi arahan, tetapi ikut mengawal proses agar pengobatan dan operasi bisa terlaksana.
“Kalau bukan karena beliau, mungkin saya tidak berdiri di sini hari ini,” katanya, disambut isak haru warga yang ikut merasakan kisah tersebut.
Momen emosional itu membuat reses tak lagi sekadar agenda serap aspirasi. Ia menjelma menjadi cermin nyata makna kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat—hadir saat dibutuhkan, memberi solusi ketika warga buntu.
Dalam kesempatan yang sama, warga lainnya, Mamat, turut menyampaikan pesan yang menggugah kesadaran politik masyarakat. Ia mengajak warga Sungai Bahar agar lebih cerdas dan bijak dalam memilih wakil rakyat.
“Jangan hanya karena iming-iming sesaat lalu memilih sembarangan,” ujarnya tegas. Menurut Mamat, masyarakat harus melihat rekam jejak dan kepedulian nyata seorang wakil rakyat.

Ia mencontohkan sosok Ivan Wirata yang dinilainya amanah, konsisten, dan peduli terhadap persoalan rakyat kecil.
“Pemimpin seperti inilah yang harus dijaga dan dipilih, karena terbukti hadir bukan hanya saat kampanye, tapi juga ketika rakyat benar-benar membutuhkan,” katanya, disambut anggukan setuju warga yang hadir.
Menanggapi hal tersebut, Ivan Wirata tampak terharu. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.
“Jabatan ini bukan soal kekuasaan, tetapi amanah. Jika ada warga yang kesulitan, tugas kami adalah membantu dan memperjuangkannya,” ujarnya.
Reses di Desa Marga Manunggal Jaya itu pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan. Tangis, doa, dan harapan menyatu, meninggalkan pesan kuat bahwa politik yang paling bermakna adalah politik yang menyentuh kemanusiaan—seperti yang dirasakan Elbasmen dan warga Sungai Bahar hari itu. (jambiday.com)















Discussion about this post