Bang Ivan Wirata
No Result
View All Result
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
BIW | Bang Ivan Wirata
No Result
View All Result
  • BIW
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar

Ivan Wirata Dorong Hilirisasi Lima Produk Unggulan Jambi, UMKM Harus Jadi Pelaku Utama

19/09/2026
in Artikel, Berita, Kegiatan
A A
PostTweetSendScan

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, mendorong pemerintah daerah membangun ekosistem hilirisasi yang lebih terarah untuk mengembangkan lima produk unggulan Jambi, yakni kopi, pinang, kayu manis, Batik Jambi dan pangan olahan.
Gagasan tersebut menempatkan hilirisasi bukan sekadar sebagai proses mengolah bahan mentah, tetapi sebagai strategi untuk menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, meningkatkan omzet usaha, membuka lapangan kerja dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Melalui konsep “Dari Bahan Mentah Menuju Nilai Tambah, Pasar Luas dan Kesejahteraan”, Ivan mendorong agar komoditas Jambi tidak berhenti dijual dalam bentuk bahan baku. Produk harus dikonsolidasikan, diolah, distandardisasi, dikemas, diberi merek dan dihubungkan langsung dengan pasar.

BACA JUGA

Dermaga Dibangun, Jalan Tak Tuntas! BIW: Ujung Jabung Tak Akan Hidup Tanpa Akses

Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi

“Jambi tidak boleh terus-menerus hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Komoditas kita harus diolah, dikemas, diberi merek dan dipasarkan dari Jambi. Dengan demikian, nilai tambah dan lapangan kerja juga tinggal di Jambi,” kata Ivan, Sabtu (19/9/26).

Lima Komoditas, Lima Jalur Hilirisasi

Dalam peta hilirisasi yang disusun, kopi Jambi diarahkan berkembang dari produk dasar menuju komoditas bernilai tinggi. Rantai pengolahannya mencakup green bean premium, roasted bean dan bubuk kopi, kemudian dikembangkan menjadi produk siap konsumsi seperti drip bag, cold brew dan kopi siap minum.
Kopi Kerinci, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai biji kopi, tetapi sebagai produk yang membawa identitas daerah.

“Jangan hanya menjual biji kopi. Kita harus menjual kualitas, cita rasa, identitas asal, merek dan pengalaman. Di situlah nilai tambah yang lebih besar berada,” ujar Ivan.

Untuk pinang Jambi, hilirisasi diarahkan melalui pengeringan dan grading, kemudian dikembangkan menjadi bubuk dan ekstrak tanin serta bahan baku industri non pangan. Diversifikasi tersebut dinilai penting untuk memperluas pilihan pasar dan mengurangi ketergantungan pada perdagangan bahan mentah. Pengembangan produk turunan pinang, menurut Ivan, tetap harus berbasis penelitian serta memperhatikan ketentuan kesehatan dan keamanan produk.

Sementara kayu manis Jambi, khususnya dari Kerinci, tidak hanya diarahkan untuk dijual dalam bentuk batang maupun bubuk. Peta hilirisasi mencakup pengembangan minyak atsiri dan oleoresin, yang selanjutnya dapat digunakan untuk teh, aromaterapi dan kosmetik.

“Kalau bahan bakunya kuat, maka kita harus membangun kemampuan mengolahnya. Hilirisasi kayu manis bisa mempertemukan petani dengan industri pangan, kosmetik, UMKM dan pasar yang lebih luas,” katanya.

Batik Jambi Tak Sekadar Kain

Pada sektor ekonomi kreatif, Batik Jambi diarahkan menjadi produk dengan nilai ekonomi sekaligus membawa identitas budaya daerah. Hilirisasinya mencakup pengembangan kain dan motif khas, kemudian menjadi busana dan seragam, hingga aksesori, dekorasi, suvenir serta produk wisata kreatif. Ivan menilai kekuatan Batik Jambi bukan hanya pada kain, tetapi juga pada motif, cerita budaya dan kreativitas para perajinnya.

“Batik Jambi mempunyai nilai budaya sekaligus nilai ekonomi. Kekuatan kita berada pada motif, kreativitas, cerita budaya dan kualitas produk. Ini harus menjadi bagian dari identitas ekonomi Jambi,” tegasnya.

Penguatan pasar dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, perlindungan kekayaan intelektual, regenerasi perajin, pengembangan desain serta perluasan akses pasar.

Pangan Olahan Jadi Ruang Besar bagi UMKM

Komoditas kelima adalah pangan olahan. Sektor ini dinilai memiliki ruang besar bagi keterlibatan UMKM karena bahan bakunya dapat berasal dari berbagai sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Produk dapat dikembangkan menjadi bumbu, tepung, produk beku, makanan siap masak, makanan siap saji dan oleh-oleh, termasuk produk dengan kemasan yang lebih modern dan memiliki daya saing pasar.

Namun, peningkatan kelas UMKM pangan membutuhkan dukungan terhadap sortasi dan pengemasan, standardisasi mutu, legalitas, pengujian umur simpan serta fasilitas produksi.
Karena itu, rumah produksi bersama, fasilitas pengemasan dan cold storage menjadi bagian penting dari ekosistem hilirisasi.

UMKM Bukan Sekadar Penerima Pelatihan

Menurut Ivan, inti dari hilirisasi adalah memastikan UMKM menjadi pelaku utama, bukan hanya menjadi peserta pelatihan atau penerima bantuan peralatan. Ekosistem tersebut dalam peta hilirisasi diperkuat sedikitnya melalui enam unsur, yakni koperasi dan BUMD, rumah produksi, standardisasi dan sertifikasi, kemasan dan merek, pembiayaan serta kontrak pasar.Koperasi dapat berfungsi mengonsolidasikan bahan baku dan memperkuat posisi tawar petani. Rumah produksi menjadi tempat pengolahan bersama, sementara UMKM berperan mengembangkan produk dan merek. Di sisi lain, BUMD dapat diarahkan untuk memperkuat fungsi agregasi, distribusi dan akses pasar.

“Bantuan peralatan jangan diberikan tanpa audit kebutuhan dan kepastian pasar. Mesin harus digunakan, rumah produksi harus mempunyai volume usaha, dan sertifikasi harus diikuti transaksi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kontrak pasar. Dengan adanya kepastian pembeli, produksi UMKM dapat disusun berdasarkan kebutuhan pasar, bukan semata-mata berdasarkan program pelatihan atau kegiatan pameran.

Roadmap Hilirisasi 0–5 Tahun

Ivan mengusulkan hilirisasi dilaksanakan melalui tahapan yang terukur. Pada 0–1 tahun, pemerintah diarahkan fokus pada data, legalitas, peningkatan mutu dan kemasan. Tahap ini menjadi fondasi agar produk yang akan dikembangkan memiliki basis data dan standar yang jelas. Pada 1–3 tahun, program bergerak menuju penyediaan mesin pengolahan, rumah produksi, cold storage, fasilitas penyulingan, roasting dan penggilingan, sekaligus memperluas akses pasar.
Kemudian pada 3–5 tahun, hilirisasi diarahkan menuju pengembangan produk antara, industri pengolahan, kontrak perdagangan dan ekspor.Dengan tahapan tersebut, hilirisasi diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi berkembang menjadi rantai ekonomi yang menghasilkan transaksi secara berkelanjutan.

Keberhasilan Harus Bisa Diukur

Ivan menilai ukuran keberhasilan hilirisasi tidak cukup hanya berdasarkan jumlah pelatihan, peserta kegiatan atau jumlah bantuan peralatan yang disalurkan. Ada sejumlah indikator yang perlu diukur, antara lain: Bahan mentah yang berhasil diolah di Jambi. Jumlah UMKM yang naik kelas. Peningkatan omzet dan tenaga kerja, Nilai serta jumlah kontrak pembelian. Peningkatan ekspor produk olahan, Peningkatan harga yang diterima produsen.

“Indikatornya harus jelas: berapa banyak bahan mentah yang diolah di Jambi, berapa UMKM yang naik kelas, berapa omzet dan tenaga kerja yang bertambah, berapa nilai kontrak pembelian, serta berapa peningkatan ekspor produk olahan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar kebijakan hilirisasi dapat dievaluasi berdasarkan dampak ekonomi yang nyata, bukan sekadar jumlah kegiatan yang dilaksanakan. Pada akhirnya, konsep yang didorong Ivan menempatkan rantai ekonomi secara utuh, mulai dari komoditas, agregasi, pengolahan UMKM, standardisasi, merek, kontrak pasar hingga kesejahteraan.

“Arah kebijakannya adalah komoditas unggulan dikonsolidasikan melalui koperasi, diolah oleh UMKM, diperkuat dengan standardisasi dan merek, lalu dihubungkan dengan kontrak pasar. Dengan begitu, transaksi meningkat, nilai tambah tinggal di Jambi dan kesejahteraan masyarakat ikut naik,” pungkasnya. (OYI)

Sumber: www.jambiday.com

Previous Post

Belajar ke Jakarta, DPRD Jambi Dorong Hubungan Pangan dan UMKM Terhubung Pasar Nasional

Next Post

MTI Jambi Beri Lima Rekomendasi, Minta Klasterisasi Jalan Tol Trans Sumatera Dilakukan Bertahap

ARTIKEL TERKAIT

DPRD Jambi Nilai Pentingnya OMC Cegah Karhutla dan Ancaman Kabut Asap
Artikel

Dermaga Dibangun, Jalan Tak Tuntas! BIW: Ujung Jabung Tak Akan Hidup Tanpa Akses

30/10/2026
Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi
Artikel

Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi

28/10/2026
DPRD Jambi Buka Ruang Dialog dengan Aliansi Rakyat Jambi Marah, 9 Tuntutan Jadi Bahan Pansus
Artikel

DPRD Jambi Buka Ruang Dialog dengan Aliansi Rakyat Jambi Marah, 9 Tuntutan Jadi Bahan Pansus

28/10/2026
Dari Dry Ice hingga Hujan Buatan, Pansus Karhutla Jambi Pelajari Strategi Sumsel Libatkan Masyarakat dan Adat
Artikel

Dari Dry Ice hingga Hujan Buatan, Pansus Karhutla Jambi Pelajari Strategi Sumsel Libatkan Masyarakat dan Adat

28/10/2026
DPRD Jambi Bidik Skema DBH Kehutanan dan CSR untuk Cegah Karhutla
Artikel

DPRD Jambi Bidik Skema DBH Kehutanan dan CSR untuk Cegah Karhutla

28/10/2026
Kebakaran Berulang di Area Konsesi Disorot, DPRD Jambi Kaji Pansus Karhutla
Artikel

Uji Kemampuan Bayar hingga Transparansi, Ini Sikap Ivan Wirata soal Pinjaman Rp 250 Milyar

26/10/2026
Next Post
MTI Jambi Beri Lima Rekomendasi, Minta Klasterisasi Jalan Tol Trans Sumatera Dilakukan Bertahap

MTI Jambi Beri Lima Rekomendasi, Minta Klasterisasi Jalan Tol Trans Sumatera Dilakukan Bertahap

DPRD Jambi Minta Menhut Transparan Soal Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla

Dari 470 Jadi 1.217 Hektare, Ivan Wirata Pertanyakan Efektivitas Respons Karhutla Batang Hari

Bukan Sekadar Larangan Tanam Sawit, Ivan Wirata Dorong Regulasi Karhutla yang Lebih Komprehensif

Bukan Sekadar Larangan Tanam Sawit, Ivan Wirata Dorong Regulasi Karhutla yang Lebih Komprehensif

DPRD Dorong Perda Karhutla Lebih Komprehensif, Ivan Wirata: Lahan Terbakar Jangan jadi Jalan Cari Untung

DPRD Dorong Perda Karhutla Lebih Komprehensif, Ivan Wirata: Lahan Terbakar Jangan jadi Jalan Cari Untung

Ivan Wirata Desak Gakkum Kehutanan Tuntaskan Perkara Korporasi di Tengah Karhutla Jambi

Jangan Hanya Padamkan Api, Lindungi Kesehatan dan Pulihkan Ekosistem, Ivan Wirata Dorong Revolusi Penanganan Karhutla Jambi

Discussion about this post

Grafis

Kalender

October 2026
MTWTFSS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Sep    

Video

Currently Playing

Jembatan Tembesi Mulai Diperbaiki, Pengusaha Batu Bara Mulai Semangat

IW Berjaya

Jembatan Tembesi Mulai Diperbaiki, Pengusaha Batu Bara Mulai Semangat

Kegiatan
IW Berjaya

IW Berjaya

Kegiatan
Bang Ivan Wirata

Profil BIW | Berita | Artikel | Kegiatan | Realisasi Program | Usulan Program

©2026 BIW | BANG IVAN WIRATA -- Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 02, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36122

No Result
View All Result
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi

©2025 WANITA PENULIS INDONESIA - JAMBI | Jl. H. Bisri Jambi No.67, Simpang IV Sipin, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi. Kode Pos 36124.