Bang Ivan Wirata
No Result
View All Result
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
BIW | Bang Ivan Wirata
No Result
View All Result
  • BIW
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar

Pencemaran Sungai Batanghari Akibatkan Ikan Mati, DPRD Jambi Dorong DAS Jadi Proyek Strategis Nasional

07/09/2026
in Artikel, Berita, Kegiatan
A A
PostTweetSendScan

Harapan petani keramba di sepanjang aliran Sungai Batanghari untuk meraup hasil panen justru berubah menjadi kepedihan. Puluhan ton ikan dilaporkan mati dalam setiap bulan setelah diduga terdampak pencemaran air sungai yang melintasi lima desa di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Bagi para petani, ikan-ikan yang mengapung dan mati bukan sekadar kerugian ekonomi. Di balik ribuan ekor ikan yang mati, ada modal yang terbuang, kerja keras berbulan-bulan yang sia-sia, serta harapan keluarga yang ikut tenggelam bersama keruhnya air Batanghari.

BACA JUGA

Dermaga Dibangun, Jalan Tak Tuntas! BIW: Ujung Jabung Tak Akan Hidup Tanpa Akses

Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi

Salah seorang petani keramba, Musa Yusuf, di RT 06 Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko, mengatakan tingkat kematian ikan dalam tiga bulan terakhir semakin mengkhawatirkan.

“Jumlahnya banyak, paling 10 persen yang hidup dari total yang kita tabur, sisanya mati,” kata Musa, Minggu, (9/8/26).

Menurut Musa, kondisi tersebut semakin parah seiring menyusutnya debit Sungai Batanghari akibat musim kemarau. Rendahnya debit air membuat kondisi sungai semakin rentan terhadap pencemaran.

Ia menduga kematian ikan juga berkaitan dengan pencemaran limbah beracun, termasuk merkuri, yang disebutnya berasal dari aktivitas pertambangan di bagian hulu Sungai Batanghari.

Kondisi tersebut membuat petani keramba berada dalam posisi sulit. Mereka menggantungkan kehidupan pada sungai, tetapi pada saat yang sama harus menghadapi ancaman yang datang dari aktivitas di sepanjang daerah aliran sungai.

“Kami berharap pemerintah memikirkan persoalan ini. Jangan sampai petani ikan yang berada di sepanjang aliran sungai ikut menanggung dampak dari aktivitas pertambangan emas ilegal,” ujarnya.

Kecamatan Jaluko sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi ikan air tawar di Provinsi Jambi. Keramba milik masyarakat tersebar antara lain di Desa Sungai Duren, Sarang Burung, Mendalo Laut dan Pematang Jering.

Para petani membudidayakan berbagai jenis ikan, terutama ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus), dengan memanfaatkan langsung aliran Sungai Batanghari. Namun, ketika kualitas air menurun, seluruh usaha tersebut ikut terancam.

Musa memperkirakan ikan yang mati di wilayah Jaluko mencapai puluhan ton setiap bulan. Jumlah tersebut tidak terlepas dari banyaknya keramba yang tersebar di sepanjang aliran sungai.

“Untuk Kecamatan Jaluko saja mungkin ada puluhan ton ikan mati setiap bulan karena di daerah ini ada ribuan tambak. Bayangkan saja, dari delapan ribu ikan yang ditabur, mungkin hanya 800 sampai 900 ekor yang hidup. Itu baru satu petak. Kalau satu petani punya 10 petak, tinggal dikalikan saja,” tuturnya.

Bukan Sekadar Ikan Mati

Persoalan kematian ikan tersebut mendapat perhatian Waka I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata yang turun langsung ke salah seorang petani ikan kerambah jaring apung. Ia menilai pencemaran Sungai Batanghari merupakan akumulasi persoalan lingkungan yang terjadi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal, tetapi juga diperparah oleh pembuangan limbah rumah tangga, sampah, limbah industri, hingga abrasi yang terjadi akibat minimnya gerakan penghijauan.

Ivan mengatakan kondisi kualitas air Batanghari sudah menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan perusahaan air minum (PDAM), tingkat kekeruhan air baku yang diukur menggunakan satuan Nephelometric Turbidity Unit (NTU) bahkan mencapai 1.400 NTU.

Angka tersebut melonjak hampir empat kali lipat dibandingkan batas normal yang berada di kisaran 250–300 NTU.

“Ini bukan lagi persoalan sederhana. Ketika air sungai semakin keruh dan ikan mulai banyak mati, berarti ada persoalan ekosistem yang harus segera kita tangani,” kata Ivan.

Ia meminta pemerintah mengambil langkah strategis dan terintegrasi untuk menyelamatkan Sungai Batanghari dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha hingga masyarakat.

Ivan juga mendorong agar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari mendapat status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga pemerintah pusat dapat mengambil peran lebih besar dalam upaya penyelamatan dan pemulihan ekosistem sungai.

“Ikan yang mati di keramba hanya contoh gejala di permukaan. Masalah sebenarnya ada pada kerusakan ekosistem di bagian hulu yang harus dibenahi. Jika DAS Batanghari diselamatkan, sungai ini bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi investasi besar yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Populasi Ikan Terus Menyusut

Ancaman terhadap Sungai Batanghari juga mendapat perhatian peneliti ikan Sumatra sekaligus dosen Ilmu Biologi Universitas Jambi (Unja), Tedjo Sukmono.

Tedjo menilai aktivitas pertambangan emas ilegal menjadi salah satu ancaman serius terhadap keberlangsungan biota perairan di Sungai Batanghari.

Ia mengungkapkan, berdasarkan catatan penelitian, pada periode 1986 hingga 1994 Sungai Batanghari masih memiliki sekitar 300 spesies ikan. Namun, jumlah tersebut terus mengalami penurunan seiring perubahan kondisi lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian pada 2023, jumlah spesies ikan yang ditemukan di Sungai Batanghari hanya tersisa sekitar 135 jenis.

Penurunan tersebut, menurut Tedjo, menjadi alarm bahwa kerusakan ekosistem sungai tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Ia menegaskan, dibutuhkan tindakan nyata dari para pemangku kepentingan dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk menghentikan kerusakan sekaligus memulihkan ekosistem Sungai Batanghari.

“Perlu gerakan sosial untuk penyelamatan Sungai Batanghari, penyusunan rencana pengelolaan secara bersama dan terintegrasi,” pungkasnya.

Bagi petani keramba, penyelamatan Batanghari bukan sekadar persoalan lingkungan. Sungai itu adalah tempat mereka menggantungkan hidup. Ketika airnya tercemar dan ikan-ikan mati, yang ikut terancam sesungguhnya adalah dapur, keluarga dan masa depan masyarakat yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan sungai.

sumber : www.jambiday.com

Previous Post

Sinergi Fiskal dan Infrastruktur, DPRD Provinsi Jambi Terima Konsultasi Pemkab serta DPRD Kerinci

Next Post

Pinjaman Rp200 Miliar Muaro Jambi Harus Terukur, Ivan Wirata: Jangan Sekadar Berani Berutang

ARTIKEL TERKAIT

DPRD Jambi Nilai Pentingnya OMC Cegah Karhutla dan Ancaman Kabut Asap
Artikel

Dermaga Dibangun, Jalan Tak Tuntas! BIW: Ujung Jabung Tak Akan Hidup Tanpa Akses

30/10/2026
Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi
Artikel

Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi

28/10/2026
DPRD Jambi Buka Ruang Dialog dengan Aliansi Rakyat Jambi Marah, 9 Tuntutan Jadi Bahan Pansus
Artikel

DPRD Jambi Buka Ruang Dialog dengan Aliansi Rakyat Jambi Marah, 9 Tuntutan Jadi Bahan Pansus

28/10/2026
Dari Dry Ice hingga Hujan Buatan, Pansus Karhutla Jambi Pelajari Strategi Sumsel Libatkan Masyarakat dan Adat
Artikel

Dari Dry Ice hingga Hujan Buatan, Pansus Karhutla Jambi Pelajari Strategi Sumsel Libatkan Masyarakat dan Adat

28/10/2026
DPRD Jambi Bidik Skema DBH Kehutanan dan CSR untuk Cegah Karhutla
Artikel

DPRD Jambi Bidik Skema DBH Kehutanan dan CSR untuk Cegah Karhutla

28/10/2026
Kebakaran Berulang di Area Konsesi Disorot, DPRD Jambi Kaji Pansus Karhutla
Artikel

Uji Kemampuan Bayar hingga Transparansi, Ini Sikap Ivan Wirata soal Pinjaman Rp 250 Milyar

26/10/2026
Next Post
Pinjaman Rp200 Miliar Muaro Jambi Harus Terukur, Ivan Wirata: Jangan Sekadar Berani Berutang

Pinjaman Rp200 Miliar Muaro Jambi Harus Terukur, Ivan Wirata: Jangan Sekadar Berani Berutang

Ikan Mati dan Air Keruh Jadi Alarm, Ivan Wirata Dorong Transformasi DAS Batanghari 2026–2045

Ikan Mati dan Air Keruh Jadi Alarm, Ivan Wirata Dorong Transformasi DAS Batanghari 2026–2045

Kemacetan Palembang–Betung Rugikan Ekonomi Rp2,4 Miliar per Hari, Jambi Ikut Menanggung Dampaknya

Kemacetan Palembang–Betung Rugikan Ekonomi Rp2,4 Miliar per Hari, Jambi Ikut Menanggung Dampaknya

Bukan Sekadar Uang Masuk, Ivan Wirata Dorong Rp598 Miliar Perkuat Ekonomi Jambi

Bukan Sekadar Uang Masuk, Ivan Wirata Dorong Rp598 Miliar Perkuat Ekonomi Jambi

PDBI Jambi Bidik Prestasi Berkelanjutan, Ivan Wirata Dorong Digitalisasi dan Sport Science

PDBI Jambi Bidik Prestasi Berkelanjutan, Ivan Wirata Dorong Digitalisasi dan Sport Science

Discussion about this post

Grafis

Kalender

October 2026
MTWTFSS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Sep    

Video

Currently Playing

Jembatan Tembesi Mulai Diperbaiki, Pengusaha Batu Bara Mulai Semangat

IW Berjaya

Jembatan Tembesi Mulai Diperbaiki, Pengusaha Batu Bara Mulai Semangat

Kegiatan
IW Berjaya

IW Berjaya

Kegiatan
Bang Ivan Wirata

Profil BIW | Berita | Artikel | Kegiatan | Realisasi Program | Usulan Program

©2026 BIW | BANG IVAN WIRATA -- Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 02, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36122

No Result
View All Result
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi

©2025 WANITA PENULIS INDONESIA - JAMBI | Jl. H. Bisri Jambi No.67, Simpang IV Sipin, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi. Kode Pos 36124.