Bang Ivan Wirata
No Result
View All Result
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
BIW | Bang Ivan Wirata
No Result
View All Result
  • BIW
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar

Gambut Jambi Terancam, Ivan Wirata Soroti 524 Km Kanal dan Penurunan Permukaan Tanah

07/09/2026
in Artikel, Berita, Kegiatan
A A
PostTweetSendScan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut tidak semestinya baru menjadi perhatian ketika api mulai berkobar dan asap menyelimuti permukiman. Ancaman kebakaran sesungguhnya dapat terbentuk jauh sebelumnya, ketika air di dalam ekosistem gambut terus dikuras dan muka air tanah semakin menurun.

Pandangan tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, S.T., M.M., M.T., menyusul kajian Prof. Dr. Ir. H. Aswandi, M.Si. dari Universitas Jambi bertajuk “Gambut Bukan Lahan Kering”.

BACA JUGA

Jambi Menanggung Beban, Daerah Lain Menikmati Pajak! Ivan Wirata Desak Pembenahan

Dua Bulan Tersisa, Rp1,5 Triliun Belum Terserap! Ivan Wirata Minta Pemprov Jambi Bertindak

Ivan menyambut baik kajian tersebut karena dinilai memberikan perspektif penting dalam melihat persoalan gambut. Menurutnya, gambut harus dipahami sebagai ekosistem air, bukan semata-mata lahan yang dikeringkan dan dikuras untuk kepentingan budidaya.

“Gambut bukan lahan kering. Ketika airnya terus dikuras, gambut mengering dan api hanya tinggal menunggu pemicu,” tegas Ivan, Rabu (2/9/26).

Dalam kajian yang disampaikan Prof. Aswandi, kondisi DAS Air Hitam Laut menjadi salah satu gambaran penting mengenai persoalan tata air gambut di Jambi. Data yang ditampilkan menunjukkan terdapat sekitar 524 kilometer jaringan kanal, dengan sekitar 444 kilometer kanal berada di bagian hulu. Selain itu, terdapat sekitar 456 kilometer panjang sungai dalam kawasan tersebut.

Persoalan semakin kompleks dengan perubahan tutupan dan pemanfaatan lahan. Luas perkebunan/HTI yang tercatat sekitar 20.746 hektare pada 2016 meningkat menjadi 53.846 hektare pada 2024. Sementara kawasan semak/rawa justru mengalami penyusutan dari sekitar 49.064 hektare menjadi 17.000 hektare. Yang tak kalah mengkhawatirkan adalah indikasi penurunan permukaan gambut atau subsidensi sekitar 3–4 meter pada lokasi tertentu dalam kurun waktu kurang lebih 22 tahun.

Rangkaian perubahan tersebut menunjukkan bahwa persoalan gambut tidak dapat dilihat hanya dari ada atau tidaknya titik api. Ketika kanal terlalu banyak mengalirkan air keluar, muka air turun dan lapisan gambut kehilangan kelembapannya.

Dampaknya pun berantai. Gambut menyusut, permukaan tanah turun, kemampuan gambut menyimpan air melemah, kemudian risiko kekeringan dan kebakaran meningkat. Pada saat yang sama, kerusakan tata air juga dapat memicu persoalan lain seperti banjir, peningkatan emisi karbon dan kerusakan ekosistem. Bahkan, dampaknya dapat menjalar hingga kawasan hilir dan mengancam ekosistem penting, termasuk kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang.

Jangan Hanya Padamkan Api, Pertahankan Air

Ivan menilai temuan tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan di Jambi. Penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada patroli, deteksi hotspot dan pemadaman ketika api sudah muncul. Menurutnya, paradigma pengelolaan gambut harus bergeser.
Dari sekadar memadamkan api menjadi mempertahankan air.

Karena itu, Ivan mendorong sejumlah langkah konkret, mulai dari audit jaringan kanal, pemulihan fungsi hidrologi, pembangunan sekat kanal secara terukur, pemantauan muka air tanah dan subsidensi, perlindungan kawasan hulu, hingga pengawasan terhadap perizinan dan kepatuhan dunia usaha.

“Kalau kita hanya sibuk memadamkan api, kita akan terus berhadapan dengan kebakaran yang berulang. Yang harus kita cegah adalah kondisi yang membuat gambut mudah terbakar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat dan pemerintah pusat harus duduk bersama menyusun kebijakan pengelolaan gambut berbasis tata air dan ekosistem. DPRD Provinsi Jambi, kata Ivan, akan mendorong agar hasil kajian akademik tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam kebijakan pembangunan dan pengelolaan kawasan gambut.

Mengubah Cara Pandang terhadap Gambut

Bagi Ivan, pesan utama dari kajian Prof. Aswandi sangat sederhana, tetapi memiliki konsekuensi besar terhadap kebijakan lingkungan di Jambi.
Keberhasilan pengelolaan gambut tidak cukup diukur dari berapa hektare lahan yang berhasil dipadamkan ketika terbakar.

Ukuran keberhasilannya justru harus dilihat dari berapa banyak air yang mampu dipertahankan, seberapa kecil laju subsidensi, berapa luas gambut yang berhasil dipulihkan, dan seberapa besar risiko kebakaran yang berhasil dicegah sejak awal.

“Ukuran keberhasilan pengelolaan gambut bukan hanya berapa banyak api yang kita padamkan, tetapi berapa banyak air yang berhasil kita pertahankan,” kata Ivan.

Pesan itu menjadi semakin relevan di tengah ancaman karhutla yang terus menghantui kawasan gambut Jambi.
Sebab, api di gambut sering kali bukanlah awal dari masalah. Api adalah akibat dari tata air yang telah lebih dulu rusak.
Karena itu, penyelamatan gambut harus dimulai sebelum asap memenuhi langit—ketika air masih tersimpan di dalam tanah, ketika gambut masih basah, dan ketika api belum memiliki ruang untuk tumbuh. Gambut bukan lahan kering. Pertahankan airnya, lindungi ekosistemnya, cegah apinya. (OYI)

sumber: www.jambiday.com

Previous Post

MTI Jambi Dorong Koridor Marunda–Kuala Jambi, 345 Ribu Truk Berpotensi Beralih ke Laut

Next Post

Hotspot Tebo Tertinggi, Ivan Wirata: Telusuri Perusahaan, Jika Terbukti Lalai Proses Hukum

ARTIKEL TERKAIT

Wajib Belajar 13 Tahun, Tantangan Jambi Bukan Sekadar Akses tapi Ketimpangan Antar Daerah
Artikel

Jambi Menanggung Beban, Daerah Lain Menikmati Pajak! Ivan Wirata Desak Pembenahan

01/11/2026
Dua Bulan Tersisa, Rp1,5 Triliun Belum Terserap! Ivan Wirata Minta Pemprov Jambi Bertindak
Artikel

Dua Bulan Tersisa, Rp1,5 Triliun Belum Terserap! Ivan Wirata Minta Pemprov Jambi Bertindak

01/11/2026
DPRD Jambi Nilai Pentingnya OMC Cegah Karhutla dan Ancaman Kabut Asap
Artikel

Dermaga Dibangun, Jalan Tak Tuntas! BIW: Ujung Jabung Tak Akan Hidup Tanpa Akses

30/10/2026
Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi
Artikel

Pengusaha Perkebunan Tak Bisa Lepas Tangan, Pansus Karhutla Jambi Kaji Penguatan Regulasi dan Sanksi

28/10/2026
DPRD Jambi Buka Ruang Dialog dengan Aliansi Rakyat Jambi Marah, 9 Tuntutan Jadi Bahan Pansus
Artikel

DPRD Jambi Buka Ruang Dialog dengan Aliansi Rakyat Jambi Marah, 9 Tuntutan Jadi Bahan Pansus

28/10/2026
Dari Dry Ice hingga Hujan Buatan, Pansus Karhutla Jambi Pelajari Strategi Sumsel Libatkan Masyarakat dan Adat
Artikel

Dari Dry Ice hingga Hujan Buatan, Pansus Karhutla Jambi Pelajari Strategi Sumsel Libatkan Masyarakat dan Adat

28/10/2026
Next Post
Hotspot Tebo Tertinggi, Ivan Wirata: Telusuri Perusahaan, Jika Terbukti Lalai Proses Hukum

Hotspot Tebo Tertinggi, Ivan Wirata: Telusuri Perusahaan, Jika Terbukti Lalai Proses Hukum

Ivan Wirata Bongkar Pekerjaan Rumah Ekonomi Jambi: Pangan, Logistik dan Wisata

Ivan Wirata Bongkar Pekerjaan Rumah Ekonomi Jambi: Pangan, Logistik dan Wisata

Ivan Wirata Desak Gakkum Kehutanan Tuntaskan Perkara Korporasi di Tengah Karhutla Jambi

Ivan Wirata Desak Gakkum Kehutanan Tuntaskan Perkara Korporasi di Tengah Karhutla Jambi

Satu Pintu Tak Cukup, Ketua MTI Jambi Ivan Wirata Dorong Jambi Jadi Gerbang Kedua Jawa–Sumatera

Satu Pintu Tak Cukup, Ketua MTI Jambi Ivan Wirata Dorong Jambi Jadi Gerbang Kedua Jawa–Sumatera

8 Bandara Ditutup, 467 Penerbangan Terdampak, Ivan Wirata: Saatnya Jambi Disiapkan Jadi Gerbang Alternatif

8 Bandara Ditutup, 467 Penerbangan Terdampak, Ivan Wirata: Saatnya Jambi Disiapkan Jadi Gerbang Alternatif

Discussion about this post

Grafis

Kalender

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Oct    

Video

Currently Playing

Jembatan Tembesi Mulai Diperbaiki, Pengusaha Batu Bara Mulai Semangat

IW Berjaya

Jembatan Tembesi Mulai Diperbaiki, Pengusaha Batu Bara Mulai Semangat

Kegiatan
IW Berjaya

IW Berjaya

Kegiatan
Bang Ivan Wirata

Profil BIW | Berita | Artikel | Kegiatan | Realisasi Program | Usulan Program

©2026 BIW | BANG IVAN WIRATA -- Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 02, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36122

No Result
View All Result
  • BIW
    • H Ivan Wirata.ST.MM.MT
    • Visi & Misi
    • Program
    • Buku Saku
  • Berita
  • Artikel
  • Kegiatan
  • Realisasi Program
  • Usulkan Program
  • Partai Golkar
    • Alamat Sekretariat
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi

©2025 WANITA PENULIS INDONESIA - JAMBI | Jl. H. Bisri Jambi No.67, Simpang IV Sipin, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi. Kode Pos 36124.